Soal dan Pembahasan Sistem Gerak Pada Manusia

06:32 0

soal sistem gerak pada manusia

Soal No. 1
Kelainan pada tulang belakang yang menggambarkan daerah punggung membengkok ke belakang sehingga terlihat bengkok disebut …..
a. lordosis
b. skoliosis
c. kifosis
d. osteomielitis
e. fraktura

Pembahasan
– kelainan pada tulang punggung membengkok ke belakang sehingga terlihat bengkok disebut kifosisi
– lordosis merupakan tulang belakang daerah punggung membengkok ke depan
– skoliosis merupakan tulang belakang melengkung ke arah samping seperti huruf S
– fraktura merupakan patah tulang
– osteomielitis, yaitu infeksi pada tulang yang disebabkan oleh bakteri dan merusak jaringan tulang
Jawaban: C

Soal No. 2
Bentuk tulang yang menyusun rangka manusia sangat bervariasi. Contoh bentuk tulang pendek terdapat pada …..
a. tulang belikat
b. ruas-ruas tulang belakang
c. tulang duduk
d. ruas-ruas tulang pergelangan tangan

Pembahasan
Contoh bentuk tulang pendek terdapat pada ruas-ruas tulang belakang dan ruas-ruas pergelangan tangan. Tulang belikat dan tulang duduk merupakan contoh tulang pipih.
Jawaban: c


Soal No. 3
Perhatikan gambar mekanisme gerak lengan!


Pernyataan berikut yang menunjukkan pasangan gerak antagonis yang benar adalah …..
X Y
A. Ekstensor Abduktor
B. Abduktor Depresor
C. Depresor Fleksor
D. Fleksor Ekstensor
E. Abduktor Elevatro

Pembahasan
Keterangan gambar mekanisme lengan, yaitu:
X merupakan lengan yang dibengkokkan à fleksor
Y merupakan lengan yang diluruskan à ekstensor
Jawaban: d

Soal No. 4
Yang berperan untuk kontraksi otot adalah: 
A. Asetilkolin 
B. ATP
C. Aktomiosin 
D. ADP 
E. Benar Semua

Pembahasan
Rangsang dari luar diterima oleh suatu zat yang sangat peka (Asetilkolin), protein otot mengkerut (Karena adanya aktomiosin) dalam sel otot. Untuk mengkerut perlu energi, energi didapat dari uraian ATP-ADP. Jawaban : A,B,C,D (Betul semua)
Jawaban: E

Soal No. 5
Persendian antara tulang-tulang yang membentuk tengkorak disebut sendi....... 
A. Sinfibrosis 
B. Sinkhondrosis 
C. Sinartrosis 
D. Endarthrosis 
E. Diartrosis Pembahasan:


Soal Uraian sistem gerak pada manusia

Soal No. 6
Sebutkan dan jelaskan sendi-sendi yang tergolong ke dalam persendian diartrosis!

Pembahasan
Hubungan antartulang atau persendian diartrosis terdiri dari sendi engsel, sendi luncur, sendi putar, sendi pelana, sendi peluru, dan
sendi kondiloid.

Sendi Engsel
Disebut sendi engsel karena kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu sehingga gerakannya hanya satu arah seperti
engsel pintu.

Sendi Luncur
Pada sendi luncur, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak mempunyai poros.

Sendi Putar
Disebut sendi putar karena ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang lainnya sehingga memunginkan untuk melakukan
gerakan rotasi dengan satu poros.

Sendi Pelana
Sendi pelana merupakan sendi yang salah satu ujung tulangnya membentuk pelana dan ujung lain amsuk ke dalamnya. Sendi ini
memiliki dua poros namun dapat bergerak lebih bebas seprti gerakan orang naik kuda.

Sendi Peluru
Disebut sendi peluru karena kedua ujung tulang ebrbentuk lekuk dan bongkol sehingga memungkinkan gerakan bebas ke segala
arah bahkan dengan tiga poros.

Sendi Kondiloid
Pada sendi kondoloid, ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk ke dalam suatu lekukan berbentuk elips sehingga
memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri atau ke kanan, ke depana atau ke belakang.


Soal No. 7
Jelaskan dengan singkat karakter otot!

Pembahasan
Secara umum ada tiga karakter otot, yaitu kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas.

Kontraksibilitas
Kontraksibilitas menunjukkan kemampuan otot untuk memendek. Otot akan memendek ketika otot sedang melakukan kegiatan.

Ekstensibilitas
Ekstensibilitas menunjukkan kemampuan otot untuk memanjnag. Kemampuan ini membuat otot berukuran lebih panjang dari ukuran
semula.

Elastisitas
Elastisitas menunjukkan kemampuan otot untuk kembali ke ukuran semula setelah memanjang atau memendek saat berkegiatan

Soal No. 8
Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tendon berdasarkan cara melekatnya pada tulang!

Pembahasan
Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu tendon origo dan tendon insersio.
Origo merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot berontraksi. Insersio merupakan
tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.

Soal No. 9
Sebutkan 5 gangguna pada tulang beserta penjelasannya!

Pembahasan
Gangguan pada tulang yang umum antaralian fraktur atau path tulang, fraktur kompleks, layuh semu, nekrosa, dan skoliosis.

Fraktur
Fraktur merupakan kelainan atau gangguan pada tulang akibat kecelakaan. Fraktur merupakan keadaan patah tulang yang dapat
mengalami pengerasan atau osifikasi seperti semula.

Fraktur Kompleks
Fraktur kompleks merupakan patah tulang yang dapat menyebabkan otot atau kulit terluka karena tulang yang patah mencuat keluar
dari kulit sehingga terlihat dari luar.

Layuh Semu
Layuh semu merupakan kelainan pada tulang yang ditandai dengan tulang yang lemas atau layuh dan menyebabkan rusaknya cakra
epifisis. Kondisi ini menyebabkan penderita tidak dapat menyokong tubuhnya.

Nekrosa
Nekrosa merupakan gangguan pada tulang akibat matinya sel tulang. Gangguan ini umumnya disebabkan oleh rusaknya selaput
pembungkus tulang sehingga tulang tidak tumbuh.

Skoliosis
Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang akibat kebiasaan tubuh yang salah. Kondisi ini mengaibatkan badan
melengkung ke arah kiri atau kanan atau menyerupai huruf S.

>> NEXT PAG : 1 2 3

Contoh Soal dan Pembahasan Sistem Gerak Kelas 11

06:30 0

Soal dan pembahasan sistem gerak Kelas xi

Soal No. 11
Perhatikan struktur tulang berikut ini!

Soal dan Pembahasan Sistem Gerak Pada Manusia

Tulang rusuk palsu ditunjukkan oleh nomor …..
1. 1
2. 2
3. 3
4. 4
5. 5

Pembahasan
Keterangan gambar struktur tulang berikut.
1 = tulang rusuk sejati
2 = tulang rusuk palsu
3 = tulang taju pedang
4 = tulang hulu
5 = tulang badan
Jawaban: b

Soal No. 12
Pernyataan berikut yang merupakan persamaan antara sel otot jantung dan sel otot rangka adalah

A. Membentuk percabangan
B. Berinti banyak
C. Kerjanya tidak dikendalikan oleh kehendak
D. Bersifat lurik
E. Elastis

Pembahasan
Perbedaan otot jantung dan otot rangka
- otot jantung : bercabang, inti banyak, dan bekerja secara tidak sadar (saraf otonom)
- otot rangka : tidak bercabang, memiliki satu inti, dan dikendalikan secara sadar.
Jawaban : D 

Soal No. 13
Gerakan lengan bawah hingga telapak tangan, menengadah dan terpelungkup disebabkan oleh aktivitas otot :
A. Pronator
B. Adduktor
C. Supinator
D. Ekstensor
E. Reduktor

Pembahasan
Otot trisep mempunyai tiga buah origa dan bersifat ekstensor sehingga mampu meluruskan kembali tangan ke bawa, lengan bawah dapat digerakan memutar hingga telapak tangan menengadah atau supinasi. Atau telapak tangan digerakan menelungkup atau disebut pronasi. Gerakan pronasi disebabkan oleh pengerutan/ kontraksi otot-otot pronator teres dan pronator kuadratus
Jawaban : B

Soal No. 14
Selama berlangsung kontraksi otot, maka akan terjadi:
A. Penambahan glikogen
B. Pengurangan karbondioksida
C. Penambahan oksigen
D. Pengurangan oksigen
E. Pengurangan karbohidrat

Pembahasan
Karena soal menunjukkan “...selama berlangsung....“ berarti konsentrasi oksigen dalam otot tersebut menjadi berkurang, dipakai untuk proses kontraksi otot tersebut, sehingga perlu ditambah
Jawaban: C 

Soal No. 15
Tulang hasta (ulna) terletak antara tulang-tulang: 
a. Lengan atas (humerus) dan pengumpil (radius) 
b. Lengan atas dan pergelangan atas (Carpus) 
c. Pengumpil dan pergelangan tangan
d. Pangkal lengan (brachium) dan tangan (manus) 

Pembahasan
Tulang hasta (ulna) bersama tulang pengumpil (radius) membentuk tulang lengan bawah; jadi letak tulang ulna adalah disamping tulang radius, diantara tulang Carpus dan tulang Hiemerus.
Jawaban: B 

Soal Uraian Sistem gerak pada manusia
Jawaban: A

Soal No. 16
Jelaskan jenis tulang berdasarkan jaringan penyusun dan sifat fisiknya!

Pembahasan
Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat fisiknya, tulang dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

Tulang Rawan
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan atau kondrosit yang dapat
menghasilkan matriks berupa kondrin. Tulang rawan bersifat bingkas dan lentur
karena kondrin tersusun atas serabut kolagen dan sedikit zat kapur.
Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Pada orang dewasa, jaringan tulang rawan
berasal dari jaringan selaput tulang rawan yang disebut perikondrium.

Tulang Keras
Tulang keras adalah yang sering disebut tulang pada umumnya. Tulang keras tersusun atas sel-sel tulang yang disebut osteosit.
Osteosit dibentuk oleh pembentuk sel-sel tulang yang disebut osteoblas.
Matriks tulang mengandung kolagen dan mineral kalsium karbonat serta kalsium posfat sehingga tulang keras bersifat keras dan
berfungsi untuk menyusun ebrbagai sistrm rangka.

Soal No. 17
Sebutkan jenis-jenis tulang rawan berdasarkan bahan pembentuknya! Jelaskan dengan singkat.

Pembahasan
Berdasarkan bhan pembentuknya, tulang rawan dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa,
dan tulang rawan elastin.

Tulang Rawan Hialin
Tulang rawan hialin memiliki matriks bewarna putih kebiru-biruan, mengilat, dan homogen. Tulang rawan ini dapat ditemukan pada
persendian tulang, pembuluh bronkus, cincin tulang rawan trakea, dan ujung-ujung tulang panjang.

Tulang Rawan Fibrosa
Tulang rawan fibrosa memiliki matriks berwarna gelap dan keruh, tidak memiliki perikondrium, dan mengandung serabut kolagen.
Tulang rawan dapat ditemukan pada persendian tulang pinggang, cakram antar ruas tulang belakang, dan tulang kemaluan.

Tulang Rawan Elastin
Tulang rawan elastin memiliki matriks interseluler berwarna keruh kekuning-kuningan dan mengandung serat elastin. Tulang rawan
ini dapat ditemukan pada daun telinga, epiglotis, laring, dan pembuluh eustachius.

Soal No. 18
Sebutkan jenis tulang berdasarkan bentuknya! Berikan masing-masing contoh.

Pembahasan
Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tulang panjang, tulang pipih, dan tulang pendek.

Tulang Panjang
Tulang panjang atau tulang pipa berbentuk bulat, panjang, dan berlubang bagian tengahnya. Contoh tulang pipa antaralain tulang
paha, tulang lengan, dan tulang betis.

Tulang Pipih
Tulang pipih merupakan tulang keras yang berbentuk pipih tipis seperti lempengan dan terdapat sumsum merah di dalamnya.
Contoh tulang pipih antaralain pada tulang panggul, tulang belikat, dan tempurung kepala.

Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek. Tulang ini sering disebut sebagai ruas tulang karena bentuknya yang pendek. Contoh
tulang pendek antaralain tulang pergelangan tangan dan tulang telapak tangan dan kaki.

Soal No. 19
Sebutan beberapa fungsi tulang!

Pembahasan
Selain sebagai penyusun rangka, tulang memiliki beberapa fungsi lain yaitu memberi bentuk tubuh, sebagai alat gerak pasif,
melindungi alat tubuh yang vital, sebagai tempat melekatnya otot, sebagai tempat penimbunan zat-zat mineral, tempat pembentukan
sel darah, menahan dan menegakkan tubuh dan tempat penyimpanan energi berupa lemak.

Soal No. 20
Seutkan dan jelaskan jenis hubungan antar tulang yang ada dalam sistem rangka manusia!

Pembahasan
Dalam sistem rangka manusia, ada tiga jenis hubungan antar tulang, yaitu sinartrosis, amfiatrosis, dan diartrosis.

Sinartsosis
Hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi disebut sinartrosis. Pada jensi ini, hubungan antartulang dihubungkan oleh
jaringan ikat yang mengalami pengerasan sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan.

Amfiartrosis
Amfiartrosis merupakn hubungan antartulang yang dihubungkan oleh tulang rawan atau kartilago sehingga masih memungkinkan
untuk melakukan sedikit gerakan.

Diartrosis
Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan yang sangat leluasa adalah diartrosis. Pada persendian jenis ini, kedua
ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga dapat digerakkan.

>> NEXT PAG : 1 2 3

Rangkuman, Contoh Soal dan Pembahasan Sistem Gerak Manusia Kelas 11

22:39 0

Sistem Gerak Pada Manusia

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau  seluruh bagian tubuhnya.  

Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.
Rangkuman, Contoh Soal dan Pembahasan Sistem Gerak Manusia Kelas 11

Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. 

Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut. Pembahasan gerak pada tumbuhan akan lebih rinci pada bab selanjutnya di semester yang akan datang.

Alat gerak
Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak.

Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan.

Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak.

Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula)

Rangka/Skeleton
Tulang-tulang  yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :

Eksoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

Endoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphia, Reptilia, Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

Fungsi rangka :
Memberikan bentuk tubuh makhluk hidup.
Melindungi organ-organ tubuh yang vital.
Menahan dan menegakkan tubuh.
Tempat pembentukan sel darah.
Tempat perlekatan otot.
Tempat penimbunan/penyimpanan zat kapur.
Sebagai alat gerak pasif.

Alat gerak pasif/tulang
Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik yaitu :
1) Tulang rawan/tulang muda/cartilago
Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. 

Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring dengan perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan serta dewasa, maka cartilage ini akan mengalami peristiwa osifikasi. 

Tetapi tidak semua cartilago dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi cartilago. Seperti dijumpai pada trachea/tenggorokan, daun telinga, hidung bagian ujung, ruas-ruas persendian tulang.

Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan sedikit zat kapur/Carbonat.  

Dengan adanya condrin ini dapat memberikan sifat lentur pada cartilago. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa berkebalikan.

Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut dengan Condrosit. Tulang rawan berawal dari selaput tulang rawan yang disebut pericondrium. Pericondrium berfungsi untuk memberikan kebutuhan nutrisi bagi cartilage karena banyak mengandung pembuluh darah. Dalam pericondrium  banyak mengandung condroblast yaitu sel pembentuk condrosit.

Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :
a. Cartilago Hialin
Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama dinding trachea yang berbentuk cincin.

b. Cartilago Fibrosa/serabut
Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan ligamentum) dan tulang gelang panggul.

c. Cartilago Elastin/elastic
Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak  dewasa. Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius  (pada telinga bagian tengah)  dan daun telinga.

2) Tulang keras/tulang sejati/osteon
Osteon berfungsi :
Sebagai penyusun sistem rangka tubuh.
Sebagai pelindung organ-organ yang vital.
Terbentuk melalui proses :

Osifikasi
Yaitu proses perubahan tulang rawan/tulang muda menjadi tulang sejati atau tulang keras.
Pada peristiwa ini tulang rawan akan terisi dengan matriks Calcium, protein, sedikit zat perekat kolagen sehingga akan membuat tulang sejati bersifat kaku/tidak lentur dan membuat tulang mudah retak atau patah. Secara perlahan matriks tulang rawan akan terisi oleh Calcium dan  fosfor (phosphate), hal inilah yang membuat osteon menjadi  keras.

Kalsifikasi
Yaitu proses pengisian Calcium Carbonat pada peristiwa osifikasi.
Pembentuk sel tulang sejati disebut osteocyte/osteosit. Osteosit ini akan dibentuk oleh osteoblast yaitu sel tulang muda yang nantinya akan membentuk osteosit/perombak sel-sel tulang.  

Selaput pelindung tulang sejati disebut periosteum.  Kandungan yang terdapat dalam matriks osteon adalah Calcium Carbonat atau CaCO3 dan Calcium Phosphat atau Ca3(PO4)2.

Apabila tulang dipotong secara melintang dan dilihat dengan mikroskop akan tampak gambaran suatu sistem yang disebut sistem Havers/Haversii. Sistem Havers/Haversii yaitu suatu kesatuan sel-sel tulang dan matriks tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf yang membentuk suatu sistem.

Di dalam sistem ini terdapat lamella konsentris atau lingkaran-lingkaran yang merupakan kesatuanpembuluh darah dan sel saraf.  Selain itu dalam lamella konsentris terdapat rongga/cawan tempat sel tulang berada yang disebut lakuna. 

Jika sel tulang telah mati hanya akan nampak rongga/lekukannya saja.  Antar lakuna dihubungkan dengan saluran kecil beruapa kanal yang disebut dengan kanalikuli yang berfungsi untuk menyalurkan kebutuhan nutrisi sel tulang dalam pertumbuhannya. Saluran ini tersusun dari pembuluh darah dan sel saraf.

Pembagian tulang :

a. Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi :  (PIPIPEN)
Tulang pipa/panjang
Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang. Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain. 

Pada rongga tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak.
Tulang  pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise yaitu bagian dikedua ujung tulang yang berbentuk bonggol/membulat, kemudian bagian tengah tulang yang disebut diafise. 

Daerah antara diafise dengan epifise terdapat cakraepifise a9tepatnya lebih mengarah pada dekat ujung epifise) yang tersusun dari cartilago yang aktif membelah pada usia pertumbuhan. 

Pada orang dewasa cakraepifise ini sudah menulang.
Tulang pipa dapat dijumpai pada Os. Humerus, Os. Radius, Os. Ulna, Os. Tibia, Os. Fibula, ruas-ruas Os. Digiti Phalanges Manus, dll.

Tulang pipih
Tulang pipih berbentuk gepeng memipih, tipis. Tulang ini tersusun dari 2 buah lempengan tulang kompak dan tulang spons. Rongga diantara kedua lempengan tulang tersebut terisi sumsum merah.
Tulang pipih dapat dijumpai pada Os. Costae, Os. Scapula, Os. Sternum, Os. Cranium, dll.

Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek tidak beraturan atau silinder kecil. Rongga tulang pendek berisi sumsum merah.
Tulang pendek dapat dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Tarsal, ruas-ruas Os. Carpal, dll.

b. Berdasarkan matriksnya dibedakan menjadi :

Tulang kompak/padat
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat. Tidak dijumpai adanya celah tanpa matriks  dalam rongga tulang ini.
Dapat dijumpai pada tulang pipa/tulang panjang.

Tulang spons/bunga karang
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks yang tidak padat/berongga. Dapat dijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek.

c. Berdasarkan letaknya tulang dibedakan menjadi :

Tulang Axial terdiri dari :
A. Tulang Tengkorak :
1)      Tulang dahi = 1 buah
2)      Tulang ubun-ubun = 2 buah
3)      Tulang kepala bagianbelakang = 1 buah
4)      Tulang pelipis = 2 buah
5)      Tulang baji = 2 buah
6)      Tulang tapis = 2 buah
7)      Tulang mata = 2 buah
8)      Tulang air mata = 2 buah
9)      Tulang rongga mata = 2 buah
10)   Tulang pipi = 2 buah
11)   Tulang hidung = 2 buah
12)   Tulang rahang atas = 2 buah
13)   Tulang rahang bawah = 2 buah
14)   Tulang langit-langit = 2 buah
15)   Tulang pangkal lidah = 1 buah

B. Tulang Pendengaran :
1)      Tulang martil = 2 buah
2)      Tulang landasan = 2 buah
3)      Tulang sanggurdi = 2 buah

C. Tulang badan :
1)      Tulang leher = 7 ruas
2)      Tulang punggung = 12 ruas
3)      Tulang pinggan  = 5 ruas
4)      Tulang kelangkang= 5 buah
5)      Tulang ekor  =4 ruas (menyatu)

D. Tulang dada :
1)      Tulang dada bagian hulu  = 1 buah
2)      Tulang dada bagian badan  = 1 buah
3)      Tulang dada bagian taju pedang  = 1buah

E. Tulang rusuk :
1)      Tulang rusuk sejati = 7 pasang
2)      Tulang rusuk palsu = 3 pasang
3)      Tulang rusuk melayang = 2 pasang

F. Tulang gelang bahu :
1)      Tulang selangka = 2 buah
2)      Tulang belikat = 2 buah

G. Tulang gelang panggul :
1)      Tulang usus = 2 buah
2)      Tulang duduk = 2 buah
3)      Tulang kemaluan = 2 buah

Tulang Apendikuler/Extremitas

A. Tulang pergerakan atas :
1)         Tulang lengan atas  = 2 buah
2)         Tulang pengumpil = 2 buah
3)         Tulang hasta = 2 buah
4)         Tulang pergelangan tangan = 2 x 8 buah
5)         Tulang telapak tangan = 2 x 5 buah
6)         Tulang ruas jari tangan = 2 x 14 ruas

B. Tulang pergerakan bawah :
1)         Tulang paha = 2 buah
2)         Tulang tempurung lutut = 2 buah
3)         Tulang betis = 2 buah
4)         Tulang kering = 2 buah
5)         Tulang pergelangan kaki = 2 x 7 ruas
6)         Tulang telapak kaki = 2 x 5 buah
7)         Tulang ruas jari kaki = 2 x 14 ruas

Persendian/artikulasi
Merupakan hubungan antara 2 buah tulang. Struktur khusus yang terdapat pada artikulasi yang dapat memungkinkanuntuk pergerakan disebut  dengan sendi.
Artikulasi dapat dibedakkan menjadi :

1) SINARTHROSIS
Disebut juga dengan sendi mati.
Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan dengan jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan tulang pada tulang-tulang tengkorak yang disebut sutura/suture.

2) AMFIARTHROSIS
Disebut juga dengan sendi kaku.
Yaitu hubungan antara 2 tulang  yang dapat digerakkan secara terbatas. Artikulasi ini dihubungkan dengan cartilago.  Dijumpai pada hubungan ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk dengan tulang belakang.

3) DIARTHROSIS
Disebut juga dengan sendi hidup.
Yaitu hubungan antara 2 tulang  yang  dapat digerakkan secara leluasa atau tidak terbatas. Untuk melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah persendian terdapat rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang berfunggsi sebagai pelumas sendi.
Dapat dibedakan menjadi :

a) Sendi engsel
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius/sendi pada siku, hubungan antar Os. Femur dengan Os. Tibia dan Os. Fibula/sendi pada lutut.

b) Sendi pelana/sendi sellaris
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan  gerakan kedua arah. Dijumpai pada hubungan antara Os. Carpal dengan Os. Metacarpal, sendi pada tulang ibu jari.

c) Sendi putar
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lain sebagai porosnya. Dijumpai pada hubungan antara Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius, hubungan antar Os. Atlas dengan Os. Cranium.

d) Sendi peluru/endartrosis
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Os. Scapula dengan Os. Humerus, hubungan antara Os. Femur dengan Os. Pelvis virilis.

e) Sendi geser
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu bidang  saja atau gerakan bergeser. Dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Metatarsal dan ruas-ruas Os. Metacarpal.
f) Sendi  luncur
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan memutar (menggeliat).

g) Sendi gulung
Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada hubungan Os. Metacarpal dengan Os. Radius.

h) Sendi ovoid
Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur; gerakan muka/depan dan belakang.  Ujung tulang yang satu berbentuk ovaldanmasuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai pada hubungan Os. Radius dengan Os. Carpal.

Alat Gerak Aktif/Otot
Berdasarkan struktur selnya dibedakan menjadi  :

Otot Polos/Licin
Memiliki bentuk sel otot seperti silibdris/gelendong dengan kedua ujung meruncing.
Memiliki satu buah inti sel yang terletak di tengah sel otot.
Mempunyai permukaan sel otot yang polos dan halus/licin.

Pergerakan sel otot ini diluar kehendak/tanpa disadari dengan sifat pergerakan lambat dan teratur. Sehingga dengan demikian tidak memungkinkan cepat lelah pada sel otot.
Sel otot ini banyak dijumpai di seluruh organ dalam tubuh keculai jantung dan rangka.

Otot Lurik/Seran Lintang/Rangka
1)      Memiliki bentuk sel yang panjang seperti serabut/benang/filament.
2)      Memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi.
3)      Memiliki permukaan yang tampak bergaris-garis gelap dan terang yanag melintang pada struktur selnya. Hal ini dikarenakan adanya myofibril yang tidak seragam/tidak sama tebalnya pad permukaan sel otot.
4)      Pergerakan sel otot ini sesuai dengan kehendak/diperintah oleh otak. Sehingga sifat pergerakannya cepat dan tidak teratur serta mudah lelah.
5)      Sel otot ini hanya dijumpai di rangka, karena melekat di tulang untuk pergerakan.

Otot Jantung/myocardium
Memiliki bentuksel yang memanjang seperti serabut/filament yang bercabang. Percabangan sel otot jantung disebut dengan Sinsitium.
Memilki banyak inti sel yang terletak di tepi agak ke tengah.

Pergerakan sel otot ini tanpa disadari/diluar kehendak.s ehingga sifat pergerakannya adalah lamat, teratur dan tidak mudah lelah.
Sel otot ini hanya dijumpai pada organ jantung.
Berdasarkan cara kerjanya dibedakan  menjadi :

1) Otot sinergis
Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah.
Ex :
Seluruh otot pronator yang mengatur pergerakan telapak  tangan untuk menelungkup.
Seluruh otot supinator yang mengatur pergerakan telapak tangan m enengadah.

2) Otot antagonis
Yaitu hubungan antar otot sayng cara kerjanya saling berlawanan/bertolak belakang/tidak searah.

Macamynya :
Otot ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan).
Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekatisumbu badan).
Otot supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup).
Otot depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas).
Berdasarkan perlekatannya dibedakan  menjadi :

1 Origo
Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang tetap/stabil pada saat kontraksi.
2 Insersio
Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah posisi pada saat kontraksi.
Bagan/skema mekanisme cara kerja otot.
1 Kontraksi
Impuls sel otot ujung saraf asetilkolin sel otot membebaskan ion Ca 2+ protein aktin + myosin   aktomiosin serabut otot memendek kontraksi.
2 Relaksasi
Impuls plasma sel otot menyerap Ca 2+ aktomiosin aktin + myosin serabut otot memanjang       relaksasi.

Kelainan pada tulang dan otot
Penyebab kelaian oleh :
Genetis
Kuman penyakit.
Kelainan susunan tulang dan sendi.
Kebiasaan sikap duduk yang salah.
Kebiasaan aktivitas kerja yang berlebihan.
Kurang gizi.
Kecelakaan.
Macam kelainan pada sistem gerak

->  Fraktura /patah tulang
Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek  kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).
->  Osteoporosis
Yaitu kelainan pada tulang  yang disebakan karena adanya pengeropososan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan Calcium  secara normal.
->  Fisura/retak tulang
Yaitu kelainan tulang yang  menimbulkan keretakan pada tulang, akibat kecelakaaan.
->  Lordosis
Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang  melekung pada daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang.
->  Skolisosis
Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang melekung ke araah lateral. Hal ini akan  menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf S.
->  Kifosis
Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang yanag terlalu membengkok ke  belakang.
->  Hipertrofi
Yaitu kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang terus menerus secara berlebihan.
->  Atrofi
Yaitu kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang menurun. Hal ini disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan sel saraf pada otot.
->  Stiff/kaku leher
Yaitu kelainan otot karena adanya peradangan otot trapesius leher akibat gerakan yang menghentak secara tiba-tiba/salah gerak.
->  Tetanus
Yaitu kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri Clostridium tetani. Sehingga menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.

Contoh Soal dan Pembahasan Sistem Gerak

Soal No. 1
Sel pada tulang yang berfungsi merombak sel-sel tulang dan menyebabkan terbentuknya rongga sumsum adalah …..
a. osteoblas
b. osteoklas
c. periosteum
d. saluran havers
e. kanalikuli

Pembahasan
Sel pada tulang yang berfungsi merombak sel-sel tulang dan menyebabkan terbentuknya rongga sumsum adalah osteoklas.
Jawaban: b

Soal No. 2
Jika seseorang membengkokkan tangannya, mekanisme kerja yang akan terjadi adalah …..
a. sinergis yaitu otot bisep berkontraksi, trisep relaksasi
b. antagonis yaitu otot trisep berkontraksi, bisep relaksasi
c. sinergis yaitu otot trisep berkontraksi, bisep relaksasi
d. senergis, yaitu otot bisep dan trisep berkontraksi
e. antagonis yaitu otot bisep berkontraksi, trisep relaksasi

Pembahasan
Jika seseorang membengkokkan tangannya, mekanisme kerka yang akan terjadi adalah antagonis, yaitu otot bisep berkontraksi, trisep relaksasi.
Jawaban: e


Soal No. 3
Jelaskan secara singkat kelompok rangka pada sistem rangka manusia!

Pembahasan
Secara garis besar, rangka manusia dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu rangka aksial dan rangka apendikular.

Rangka Aksial
Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang yang menyusun sumbu utama tubuh menausia meliputi tulang tengkorak, tulang belakang,
tulang dada, hioid, dan tulang rusuk.

Rangka Apendikular
Rangka apendikular terdiri dari tulang-tulang yang menyusun organ gerak meliputi tulang pinggul, tulang bahu, tulang telapak tangan,
tulang lengan, tulang tungkai, dan tulang telapak kaki.

>> NEXT PAG : 1 2 3