Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Latihan 5.1 Unsur-Unsur Periode Ketiga

19:38 0

Contoh Soal dan Pembahasan Unsur-unsur periode ketiga latihan 5.1

Cieee.. selamat ya bagi teman-teman yang nilai rapornya bagus, sehingga dapat menunjang SNMPTNnya. terus pertahankan prestasi yang kita raih saat ini, ya itung-itung kalau hoki kan dapat SNMPTN Alhamdulillah.

tapi sih ya harus juga diimbangin dengan usaha, yaitu belajar. oke buat temen-temen yang uda kepo ama pembahasan unsur-unsur periode ketiga ini, yukk langsung saja yaa..!

Soal No.1
Jelaskan mengapa:
a. jari-jari atom berkurang dari Na ke Cl
b. energi ionisasi Al lebih rendah daripada Mg
c. energi ionisasi S lebih rendah daripada P

PEMBAHASAN
a. dari Na ke Cl muatan inti semakin bertambah sehingga semakin kuat menarik elektron terluar sehingga jarak kulit terluar ke inti semakin dekat atau jari-jari makin kecil
b. Hal ini dijelaskan dari konfigurasinya


Konfigurasi elektron yang penuh lebih stabil sehingga sulit untuk melepaskan elektron sehingga diperlukan energi yang besar artinya Energi ionisasi Mg lebih tinggi dibanding Al.
c.Hal ini dijelaskan dari konfigurasinya


Konfigurasi elektron yang setengah penuh lebih stabil sehingga sulit untuk melepaskan elektron sehingga diperlukan energi yang besar artinya Energi ionisasi P lebih tinggi dibanding S.

Soal No.2
a. Jelaskan hubungan antar struktur atom, jari-jari atom, dan kereaktifan unsur-unsur periode ketiga dari Na ke Ar
b. Jelaskan hubungan antara perubahan struktur zat dengan perubahan titik didih dan titik leleh unsur periode ketiga dari Na ke Ar

PEMBAHASAN
a. Struktur atom dari Na ke Al muatan inti semakin kecil sehingga jari-jarinya makin kecil sehingga semakin mudah melepas elektron artinya semakin reaktif. Si memiliki muata inti yang lebih besar sehingga lebih mudah menangkap elektron tapi menangkap 4 elektron jadi kurang reaktif, sedangkan dari P ke Cl jari-jari makin kecil makin mudah menangkap elektron sehingga semakin reaktif.
b. Unsur Na, Mg dan Al memiliki struktur kristal logam yang mempunyai titik didih dan titik lebur relatif tinggi,sedangkan unsur Si mempunyai memiliki struktur kovalen raksasa yang memiliki titik didih yang sangat tinggi. P dan S memiliki struktur kovalen sederhana sehingga titik didih/titik lelehnya lebih rendah dari logam. Unsur Cl dan Ar merupakan molekul gas sehingga mempunyai titik didih dan titik leleh yang sangat rendah.

Soal No.3
Dengan menggunakan data tentang ikatan klorida unsur periode ketiga, jelaskan bagaimana perbandingan titik didih dan titik leleh MgCl2 terhadap AlCl3 dan SiCl4

PEMBAHASAN
Titik didih/titik leleh MgCl2 lebih besar dibanding AlCl3 dan yang paling rendah yaitu SiCl4. Hal ini disebabkan kekuatan ikatan ionik MgCl2 jika dibandingkan dengan AlCl3 dan ikatan kovalen SiCl4 yang paling lemah

Soal No.4
Bagaimana reaksi yang terjadi jika unsur-unsur Na, Mg, Al, dan S direaksikan dengan oksigen membentuk oksidanya? Ikatan apa yang terjadi pada senyawa yang terbentuk?

PEMBAHASAN
2Na + 1/2 O2→ Na2O (Ikatan ionik)
Mg + 1/2 O2→ MgO (Ikatan ionik)
2Al + 3/2 O2→ Al2O3 (Ikatan ionik)
S + 3/2 O2→ SO3 (Ikatan kovalen)

Soal No.5
Tuliskan reaksi yang terjadi antara oksida dari Na, Mg, Al, dan S dengan:
a. air
b. asam klorida
c. basa

PEMBAHASAN
a. reaksi dengan air
2Na + 2H2O → 2NaOH + H2
Mg + 2H2O → Mg(OH)2 + H2
Al + 3H2O → Al(OH)3 + 3H2
S + H2O → tidak bereaksi
b. reaksi dengan asam klorida
2Na + 2HCl → 2NaCl + H2
Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
2Al + 6HCl → 2AlCl3 + H2
S + HCl → tidak bereaksi
c. reaksi dengan basa
Na2O + NaOH → Tidak bereaksi
MgO + NaOH → Tidak Bereaksi
Al2O3 + NaOH → Na(Al(OH)4)
SO3 + 2NaOH → Na2SO4 + H2O

Soal No.6
Tuliskan unsur-unsur periode ketiga yang berada dalam keadaan bebas di alam. Bagaimana struktur unsur-unsur tersebut?

PEMBAHASAN
P(Poliatomik P4, S (Poliatomik S8, Cl (diatomik Cl2), Ar (Monoatomik Ar)

Soal No.7
Mengapa logam alumunium tidak mengalami korosi terus-menerus seperti logam besi? Jelaskan

PEMBAHASAN
Akibat adanya lapisan oksida alumunium yang melindungi logamnya untuk terus teroksidasi

Gimana bisa? alhamdulillah.. semoga ya dapat membantu. untuk no selanjutnya silakan ditunggu pada updat berikutnya ya...

Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Kimia Unsur Latihan 3.5

08:09 0
Akhirnya sudah sampai pada latihan terakhir pada bab ini. yaitu latihan 3.5. gimana? masih ada kesuitan? kalau ada yang di tanyakan siakan ditanyakan, bisa lewat coment atau lewat email yang ada di menu kontak. biar gak lama langsung saja yukk..

Pembahasan Kimia Unsur Latiahan 3.5

Soal No.1
Jelaskan hubungan kereaktifan logam alkali tanah dengan letaknya di dalam sistem periodik unsur.

PEMBAHASAN
Kereaktifan alkali tanah dari Be ke Ba semakin bertambah, hal ini disebabkan semakin mudahnya Ba melepaskan elektron karena jari-jari atomnya besar
Soal No.2
Dengan melihat nilai potensial elektrode, bagaimana daya reduksi logam alkali tanah secara umum? Bagaimana jika dibandingkan dengan logam alkali?

PEMBAHASAN
Daya reduksi logam alkali menunjukan sifat yang kuat jika dilihat dari potensial elektrode yang harganya endah (negatif). Jika dibandingkan dengan alkali daya reduksi alkali tanah lebih lemah dibanding logam alkali
Soal No.3
Bagaimana kecenderungan kekuatan basa dari hidroksi logam alkali tanah?

PEMBAHASAN
Kekuatan basa dari Be ke Ba semakin kuat basa hidroksinya

Soal No.4
Bagaimana kecenderungan kelarutan senyawa-senyawa logam alkali tanah dalam satu golongan dari atas ke bawah (dari Be ke Ba)?

PEMBAHASAN
Kecenderungan kelarutan alkali tanah dari Be ke Ba semakin besar

Soal No.5
Pemisahan logam alkali tanah dari senyawanya dapat dilakukan dengan cara elektrolisis lelehan garam kloridanya. Tuliskan reaksi elektrolisis lelehan MgCl2 dengan elektrode inert.

PEMBAHASAN
MgCl2(l) → Mg2+(l) + 2Cl(l)
Katode : Mg2+(l) + 2e → Mg(l)
Anode : 2Cl(l) → Cl2(g) + 2e

Soal No.6
Di dalam suatu larutan terdapat ion Mg2+ dan ion Ba2+ dengan konsentrasi yang sama yaitu 0,001 M. Untuk memisahkan kedua ion tersebut, ion Mg2+ diendapkan sebagai Mg(OH)2 dengan cara menaikkan pH larutan. Jika diketahui pada suhu tertentu Ksp Mg(OH)2 = 4 x 10-12 dan Ksp Ba(OH)2 = 5 x 10-2, berapa pH larutan agar Mg2+ dapat mengendap dan Ba2+ tetap berada dalam larutan?

PEMBAHASAN
Agar Mg(OH)2 mulai mengendap maka harus diciptakan kondisi tepat jenuh untuk Mg(OH)2
Mg(OH)2(aq) → Mg2+(aq) + 2OH(aq)
Ksp Mg(OH)= Qsp Mg(OH)2
4 x 10-12 = [Mg2+][OH]2
pOH = 4,5 – log 2
pH = 14 – (4,5 log 2) = 9,5 + log 2
Jika pH > 9,5 + log 2 Mg(OH)2 akan mengendap dan Ba(OH)2 masih tetap larut

<<LANJUT MATERI>>






Sekian ya untuk pembahasan pada bab 3, untuk pembahasan bab 4 temen-temen bisa lihat DISINI. Terima kasih juga buat temen-temen yang udah berkunjung dan berpartisipasi dalam meramaikan blog ini. semoga ini dapat bermanfaat dan membantu kita dalam belajar. jangan lupa ya di share sama temen sekelasnya. makasih..
Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Latihan 3.4

Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Latihan 3.4

08:04 0

Contoh Soal dan Pembahasan Logam Alkali 

Soal No.1
Tuliskan dua alasan mengapa unsur alkali sangat reaktif

PEMBAHASAN
1. Konfigurasi elektron valensinya yaitu ns1. Sehingga mudah melepas 1 elektron dari kulit terluarnya untuk mencapai kestabilan
2. Energi ionisasinya yang relatif rendah mengakibatkan logam alkali mudah melepaskan elektron valensinya membentuk ion X+

Soal No.2
Logam alkali di alam ditemukan dalam bentuk senyawa yang mempunyai bilangan oksidasi +1. Jelaskan mengapa demikian.

PEMBAHASAN
Karena sesuai dengan elektron valensi = 1 maka untuk mencapai kestabilam logam alkali akan melepaskan elektron valensinya menghasilkan ion bermuatan +1

Soal No.3
Bagaimana kecenderungan daya oksidasi dan daya reduksi dari logam alkali? Di antara logam alkali, logam manakah yang merupakan reduktor terkuat?

PEMBAHASAN
Daya oksidasi dari Li ke Cs semakin kecil sedangkan daya reduksi dari Li ke Cs semakin besar. Logam yang merupakan reduktor terkuat yaitu Cs yang paling mudah melepaskan elektron

Soal No.4
Tuliskan reaksinya:
a. Na(s) + O2(udara) →
b. K(s) + Cl2(g) →
c. Li(s) + HCl(aq) →
d. Na(s) + H2(g) →

PEMBAHASAN a. 4Na(s) + O2(udara) → 2Na2O(s)
b. 2K(s) + Cl2(g) → 2KCl(s)
c. Li(s) + 2HCl(aq) → LiCl2(Aq) + H2(g)
d. 2Na(s) + H2(g) → 2NaH

Soal No.5
Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel Down
PEMBAHASAN
NaCl(l) → Na+(l) + Cl(l)
Katode : Na+(l) + e → Na(l)       x 2
Anode : 2Cl(l) → Cl2(g) + 2e     x 1
------------------------------------------- +
2Na2Cl–  →  2Na + Cl2

Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Senyawa Halogen

00:00 0
akhirnya sampai juga ya kita di materi halogen. contoh soal dan pembahasan Materi Halogen ini cukup banyak ya dari latihan sebelumnya yaitu 10.

biar gak lama langsung aja yukk kita lihat pembahasannya ya.

Contoh Soal dan Pembahasan Halogen Latihan 3.3

Soal No.1
Dengan menggunakan nilai potensial elektrodenya (Eo), tentukan reaksi berikut yang dapat berlangsung
a. F2(g) + Cl–(aq) →
b. Cl2(g) + I–(aq) →
c. Cl2(g) + F–(aq) →
d. Br2(g) + Cl–(aq) →

PEMBAHASAN
a. F2(g) + 2Cl–(aq) → 2F–(aq) + Cl2(g) (berlangsung)
b. Cl2(g) + 2I–(aq) → 2Cl–(aq) + I2(g) (berlangsung)
c. Cl2(g) + F–(aq) → (tidak berlangsung)
d. Br2(g) + Cl–(aq) → (tidak berlangsung)

Soal No.2
Tuliskan reaksi yang terjadi
a. NaF(s) + H2SO4(l) →
b. NaI(s) + H2SO4(l) →
c. NaCl(s) + H2SO4(l) + MnO2(s) →
d. NaBr(s) + H3PO4(l) →

PEMBAHASAN
a. NaF(s) + H2SO4(l) → Na2SO4(aq) + 2HF(g)
b. NaI(s) + H2SO4(l) → NaHSO4(s) + HI(g)
2HI(g) + H2SO4(l) → SO2(g) + I2(g) + 2H2O(l)
c. 2NaCl(s) + 2H2SO4(l) + MnO2(s) → Na2SO4(s) + MnSO4(s) + 2H2O(l) + Cl2(g)
d. NaBr(s) + H3PO4(l) → NaH2PO4(s) + HBr(g)

Soal No.3
Hidrogen halida yang dilarutkan dalam air akan membentuk larutan asam halida. Di antara asam halida yang ada, larutan asam halida manakah yang merupakan asam terkuat? Jelaskan

PEMBAHASAN
Asam halida yang paling kuat adalah asam halida karena jari-jari atomnya semakin panjang, sehingga kekuatan ikatan H-I sangat lemah, akibatnya ion H+ semakin mudah lepas.

Soal No.4
Diantara asam : HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4, asam manakah yang paling kuat? Jelaskan

PEMBAHASAN
Semakin banyak oksigen, semakin kuat pula ikatan antara Cl-O akibatnya H+ akan lebih mudah dilepaskan karena ikatan antara O-H lebih lemah sehingga yang paling kuat adalah HClO4

Soal No.5
Di antara asam : HClO3, HBrO3, dan HIO3, asam manakah yang paling kuat? Jelaskan

PEMBAHASAN
Yang paling kuat yaitu HClO3 karena Cl memiliki keelektronegatifan yang lebih tinggi dibanding Br dan I yang menyebabkan ikatan X-O lebih kuat dan ikatan O-H lemah yang menyebabkan H+ lebih mudah lepas

Soal No.6
Di dalam empat gelas kimia yang berbeda terdapat larutan yang mengandung NaI, NaCl, NaBr, dan NaI secara terpisah. Jika tidak terdapat label pada gelas kimia tersebut, bagaimana cara anda membedakan masing-masing senyawa? Tuliskan reaksinya.

PEMBAHASAN
Untuk membedakan ion halida dilakukan dengan penambahan larutan Pb2+ apabila terbentuk endapan putih kemungkinan ion halidanya F– atau Cl– akan tetapi bila endapannya berwarna kuning berarti ion halidanya adalah ion Br– atau I–. 

Reaksinya:
Pb2+(aq) + NaF(aq) → Na+(aq) + PbF2(s)
Endapan putih
Pb2+(aq) + NaCl(aq) → Na+(aq) + PbCl2(s)
Endapan putih
Pb2+(aq) + NaBr(aq) → Na+(aq) + PbBr2(s)
Endapan kuning
Pb2+(aq) + NaI(aq) → Na+(aq) + PbI2(s)

Endapan kuning
Untuk membedakan ion F– dan Cl  maka ke dalam larutan ditambahkan Ag+. Apabila tidak terbentuk endapan berarti ion halidanya adalah ion F– dan bila terbentuk endapan putih berarti ion halidanya ion Cl–. 

Untuk membedakan ion Br– dan I–, maka larutan direaksikan dengan Ag+dan endapan didekantasi kemudian ditambahkan NH3 pekat. Bila endapan larut berarti yang ada dalam larutan adalah ion Br– dan bila tidak larut berarti yang ada dalam larutan adalah ion I–

Soal No.7
Suatu larutan tak berwarna dari natrium halida jika direaksikan dengan larutan perak nitrat akan menghasilkan endapan kuning yang dapat larut dalam amonia pekat. Jenis halida manakah yang terdapat dalam larutan tersebut? Tuliskan reaksi yang terjadi.

PEMBAHASAN
Jenis halidanya yaitu yang mengandung ion Br–
Br–(aq) + AgNO3(aq) → AgBr(s) + NO3 (aq)
Endapan Kuning

Soal No.8
Jika di dalam larutan terdapat ion Cl– yang bercampur dengan ion I–, bagaimana cara anda memisahkan kedua ion tersebut dari dalam larutan?

PEMBAHASAN
Direaksikan dengan larutan yang mengandung ion Ag+ kemudian dilarutkan dalam amonia cair. Perak klorida dapat larut dalam amonia sedangkan perak iodida tidak dapat larut dalam amonia encer.

Soal No.9
Untuk menetapkan kadar iodin dalam zat yang mengandung NaIO3, diambil 2 gram zat,kemudian dilarutkan ke dalam 100 mL air. Sebanyak 20 mL larutan tersebut diasamkan dan direaksikan dengan larutan KI berlebih. I2 yang dibebaskan tepat habis bereaksi dengan 12 mL larutan Na2S2O3 0,1 M. Jika Ar Na = 23, O = 16, dan I = 127, tentukan kadar iodin dalam zat tersebut

PEMBAHASAN
Reaksi titrasi Iodometri
5I–(aq) + IO3–(aq) + 6H+(aq) → 3I2(aq) + 3H2O(l)
I2(aq) + 2S2O32-(aq) → S4O62-(aq) → S4O62-(aq) + 2I–(aq)

Menentukan mol Na2S2O3
n = M x V
n = 0,1 M x 12.10-3L = 1,2 x 10-3 mol

berdasarkan perbandingan mol I2 dengan S2O32- melalui perbandingan koefisien, didapat mol I2:
I2(aq) + 2S2O32-(aq) → S4O62-(aq) + 2I–(aq)
6 x 10-4 mol 1,2 x 10-3 mol
mol I2 = ½ x 1,2 x 10-3 = 0,6 x 10-3 = 6 x 10-4 mol

Bandingkan kembali koefisien I2 dengan IO3– untuk mendapatkan mol IO3–
5I–(aq) + IO3–(aq) + 6H+(aq) → 3I2(aq) + 3H2O(l)
2 x 10-4 mol 6 x 10-4 mol

Mencari massa NaIO3 hasil titrasi:
Gr = n x Mr = 2 . 10-4 x 198 = 0,0396 gram
Menentukan Kadar
Soal No.10
Untuk menentukan kadar klorin dalam kaporit (Ca(ClO)2) diambil 1 gram kaporit, kemudian dilarutkan ke dalam air sampai volumenya 100 cm3. Dari larutan yang terjadi diambil 20 cm3, kemudian diasamkan dan direaksikan dengan KI berlebih. I2 yang terbentuk dititrasi dengan larutan standar Na2S2O3 0,2 M dengan indikator amilum. Warna biru hilang setelah volume Na2S2O3 terpakai 12 mL. Jika Ar Ca = 40, O = 16, dan Cl = 35,5, tentukan kadar klorin dalam kaporit tersebut

PEMBAHASAN
Reaksi titrasi Iodometri
2I–(aq) + ClO–(aq) + 2H+(aq) → I2(aq) + Cl–(aq) + H2O(l)
I2(aq) + 2S2O32-(aq) → S4O62-(aq) + 2I–(aq)

Menentukan mol Na2S2O3
n = M x V
n = 0,2 M x 12.10-3L = 2,4 x 10-3 mol

berdasarkan perbandingan mol I2 dengan S2O32- melalui perbandingan koefisien, didapat mol I2:
I2(aq) + 2S2O32-(aq) → S4O62-(aq) → S4O62-(aq) + 2I–(aq)
1,2 x 10-3 mol 2,4 x 10-3 mol
mol I2 = ½ x 2,4 x 10-3 = 1,2 x 10-3 mol

Bandingkan kembali koefisien I2 dengan ClO– untuk mendapatkan mol IO3–
2I–(aq) + ClO–(aq) + 2H+(aq) → I2(aq) + Cl–(aq) + H2O(l)
1,2 x 10-3 mol 1,2 x 10-3 mol
Ca(ClO)2 (aq) → Ca2+(aq) + 2ClO– (aq)
6 x 10-4 mol 1,2 x 10-3 mol
Mol Ca(ClO)2 = ½ x 1,2 x 10-3 = 6 x 10-4 mol

Mencari massa Ca(ClO)2 hasil titrasi:
Gr = n x Mr = 6 x 10-4 mol x 143 = 0,0858 gram
Menentukan Kadar

<<LANJUT MATERI>>





Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Kimia Unsur

Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Kimia Unsur

00:00 0

Contoh Soal dan Pembahasan Halogen Latihan 3.2

Soal No.1
Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan halogen sangat reaktif
PEMBAHASAN
- Kofigurasi elektronnya, dengan sebuah elektron tak berpasangan pada konfigurasi elektronnya, memungkinkan halogen dengan mudah membentuk ikatan kovalen
- Afinitas elektronnya yang tinggi mengakibatkan halogen mudah membentuk ion negatif dan membentuk senyawa dengan berikatan ion.

Soal No.2
Mengapa halogen di alam lebih banyak didapati sebagai senyawa dengan bilangan oksidasi -1?
PEMBAHASAN
Karena dengan e.v = 7 maka akan mudah bagi halogen mencapai kestabilan dengan menangkap 1 elektron sehingga membentuk ion X–

Soal No.3
Bagaimana kecenderungan perubahan sifat halogen berikut dari F ke I dan jelaskan alasannya
a. Energi Ionisasi
b. Afinitas elektron
c. Titik didih dan titik leleh
d. Daya oksidasi dan daya reduksi

PEMBAHASAN
Dari F ke I :
 - Energi Ionisasi Semakin Kecil artinya semakin mudah melepas elektron karena jari-jari atom semakin besar sehingga semakin jauh jarak inti ke kulit terluar semakin mudah melepas elektron
 - Afinitas elektron semakin kecil artinya semakin sulit menangkap elektron karena jari-jari atom semakin besar semakin jauh jarak inti ke elektron yang akan ditangkap
- Titik didih dan titik leleh semakin besar karena semakin besar nilai Mrnya dimana di gaya van der waals semakin besar Mr semakin kuat ikatannya dan titik didihnya semakin tinggi
- Daya oksidasi semakin kecil karena semakin sulit mengalami reduksi akibat afinitas elektronnya semakin kecil, Daya reduksi semakin besar karena energi ionisasinya semakin besar.

Soal No.9
Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi jika:
a. Gas klorin dialirkan ke dalam serbuk besi
b. Uap iodin dialirkan ke dalam NaOH pekat panas
c. Gas klorin dialirkan ke dalam larutan kalium Iodida

PEMBAHASAN
a. Fe(s) + Cl2(g) → FeCl2(s)
b. 3I2(g) + 6NaOH(aq) → 5I–(aq) + IO3–(aq) + 3H2O(l)
c. Cl2(g) + 2KI(aq) → 2KCl(aq) + I2(g)

Soal No.10
Jelaskan mengapa senyawa halida banyak terdapat di air laut
PEMBAHASAN
Karena di air laut terdapat berbagai ion logam yang dapat bereaksi dengan ion halogen membentuk garam


Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Gas Mulia

16:09 0

Contoh soal dan pembahasan Gas Mulia Latihan 3.1

Soal No.1
Jelaskan beberapa faktor yang menyebabkan gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain

PEMBAHASAN
a. Konfigurasi elektron gas mulia (Kecuali He) berakhir pada ns2np6 yang merupakan konfigurasi elektron stabil, karena semua elektronnya sudah berpasangan.
b. Energi ionisasinya tinggi yang menyebabkan sulit melepaskan elektron menghasilkan ion positif
c. Afinitas elektronnya yang rendah sehingga gas mulia sukar mengikat elektron untuk menjadi ion negatif.

Soal No.2
Mengapa gas mulia dalam keadaan bebas bertindak sebagai gas monoatomik
PEMBAHASAN 
Karena sulitnya gas mulia membentuk ikatan dengan unsur yang lain

Soal No.3
Hal apa yang mendorong Niels Bartlett berkeyakinan bahwa Xe dapat bereaksi dengan PtF6membentuk XePtF6?
PEMBAHASAN
Energi ionisasi molekul oksigen yang dapat bereaksi dengan PtF6 sedikit lebih tinggi dari pada energi ionisasi Xe, maka dicobalah mereaksikan Xe dengan PtF6

Soal No.4
Mengapa senyawa gas mulia yang dapat disintesis baru terbatas pada Kr, Xe, dan Rn?
PEMBAHASAN
Karena He, Ne, dan Ar masih memiliki energi ionisasi yang tinggi yang sulit untuk melepaskan elektron dibandingkan Kr, Xe dan Rn yang energi ionisasinya lebih rendah (lebih mudah melepas elektron).

Soal No.5
Perkirakan bentuk molekul XeF4 dan KrF2 dengan menggunakan teori VSEPR.
PEMBAHASAN
Teori VSEPR menjelaskan adanya tolakan antara pasangan elektron PEB dengan PEB, PEI dengan PEB dan PEI dengan PEI. Untuk melihat bentuknya maka harus digambarkan struktur lewisnya


Bentuk molekul XeF4 : Segiempat planar
KrF2


Bentuk Molekul : Linear

<<Lanjutkan Materi>>
1.
2.
3.
4.
5.

Pembahasan KIMIA ERLANGGA Kelas 12 Hukum Faraday Latihan 2.5

18:30 0
OKey lanjut ya.. sebelumnya mimin kan udah bagikan nih latihan 2.4. kini mimin bagikan lagi pembahasan kimia erlangga kelas 12 latihan 2.5 semoga dapat membantu teman-teman dalam mengerjakan ya.


Soal dan pembahasan Hukum Faraday Latihan 2.5

Soal No.1
Tuliskan reaksi elektrolisis berikut.
a. Larutan asam sulfat dengan elektrode karbon
b. Larutan CuSO4 dengan elektrode tembaga
c. Larutan CuSO4 dengan anode tembaga dan katode besi
d. Lelehan NaCl dengan elektrode grafit
e. Lelehan Al2O3 dengan elektrode grafit

PEMBAHASAN
A. Elektrolisis Larutan H2SO4 dengan elektrode karbon (inert)
H2SO4 (aq) → 2H+(aq) + SO42-(aq)

Katode (-) : 4H+(aq) + 4e– → 2H2(g)
Anode(+) : 2H2O(l) → 4H+(aq) + 4e– + O2(g)
-------------------------------------------------------------- +
2H2O(l) → 2H2(g) + O2(g)

B. Elektrolisis Larutan CuSO4 dengan elektrode tembaga (non inert)
CuSO4 (aq) → Cu2+(aq) + SO42-(aq)

Katode (-) : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s)
Anode(+) : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e– 
-------------------------------------------------+
Cu(s) → Cu(s)

C. Elektrolisis Larutan CuSO4 dengan anode tembaga (non inert) dan katode besi (tidak bereaksi)
CuSO4 (aq) → Cu2+(aq) + SO42-(aq)

Katode (-) : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s)
Anode(+) : Cu(s) → Cu2+(aq) + 2e–
------------------------------------------------ +
Cu(s) → Cu(s)

D. Elektrolisis Lelehan NaCl dielektrolisis dengan elektrode grafit (inert)
2NaCl(l) → 2Na+(l) + 2Cl–(l)

Katode (-) : 2Na+(l) + 2e– → Na(l)
Anode(+) : 2Cl–(l) → Cl2(g) + 2e– 
----------------------------------------------+
2Na+(l) + 2Cl–(l) → Cl2(g) + Na(l)

E. Elektrolisis Lelehan Al2O3 dengan elektrode grafit (inert)
Al2O3(l) → 2Al3+(l) + 3O2-(l)

Katode (-) : 2Al3+(l) + 6e– → 2Al(s)
Anode(+) : 3O2-(l) → 3/2 O2(g) + 2e–
------------------------------------------------ +
2Al3+(l) + 3O2-(l) → 2Al(s) + 3/2 O2(g)

Soal No.2
Larutan Na2SO4 dielektrolisis selama 2 jam dengan arus listrik 10 A pada suhu 0oC dan tekanan 1atm
A. Tuliskan reaksi yang terjadi di anode dan katode
B. Hitunglah volume gas yang terjadi di anode dan katode

PEMBAHASAN

Soal No.3
Tentukan massa gas klorin yang dihasilkan dari elektrolisis larutan NaCl pekat selama 2 jam dengan kuat arus 5 A (Ar Cl = 35,5)

PEMBAHASAN
Soal No.4
Logam magnesium diperoleh dari elektrolisis lelehan MgCl2. Berapa kuat arus yang dibutuhkan untuk menghasilkan 50 kg logam magnesium setiap jam? (Ar Mg = 24)
PEMBAHASAN

Soal No.5
Larutan KCl yang volumenya 1 liter dielektrolisis selama 2 jam. Jika muatan listrik yang masuk sebesar 0,1 F, hitunglah:
a. Volume gas yang dihasilkan di anode dan katode
b. pH larutan setelah elektrolisis (volume larutan dianggap tetap).

PEMBAHASAN
Soal No.6
Larutan NiSO4 0,05 M dielektrolisis dengan elektrode grafit. Arus listrik yang digunakan 0,5 A dan di katode diendapkan logam nikel dengan massa 11,6 gram (Ar Ni = 58)
a. Tuliskan reaksi yang terjadi!
b. Berapa lama elektrolisis dilakukan?
c. Berapa liter gas yang dihasilkan diukur pada saat 1 gram gas CH4 volumenya 1 liter? (Ar C = 12, H = 1)
d. pH larutan setelah elektrolisis jika volume larutan 500 mL.

PEMBAHASAN
Soal No.7
Arus listrik tertentu dialirkan ke dalam tiga wadah yang masing-masing berisi larutan CuSO4. Larutan AgNO3, dan larutan FeCl3 secara seri. Jika pada larutan yang berisi CuSO4 di katode mengendap logam tembaga sebanyak 6,35 gram, tentukan massa perak dan besi yang mengendap pada masing-masing katode. Diketahui Ar Cu = 63,5; Ag = 108; Fe = 56

PEMBAHASAN
<<Lanjutkan Pembahasan >>





sekian ya pembahasan materi kimia kelas 12 nya, semoga membantu.